Graphene Membantu Mencegah Baja dari Berkebun

Seorang peneliti India dan rekannya menemukan sebuah teknologi baru yang menggunakan graphene untuk mencegah agar baja tidak berkarat.

Baja berkarat merupakan masalah besar di industri otomotif. Meski dilapisi cat, mudah digaruk dan krom diaplikasikan ke bumper. Prosesnya melibatkan penambahan bahan kimia beracun

Untuk mengatasi masalah ini, profesor kimia SUNY Buffalo Sarbajit Banerjee dan mahasiswa doktoral Robert Dennis mengembangkan komposit polimer yang mengandung graphene.

Graphene adalah lapisan atom karbon, memiliki konduktivitas listrik yang hidrofobik dan kuat. Sifat ini memungkinkan baja untuk mengurangi reaksi elektrokimia besi yang berkarat saat ia terkena air.

Kedua peneliti menambahkan lapisan komposit ke pernis, menerapkannya pada baja, dan kemudian menenggelamkannya dalam air asin. Di musim dingin yang khas, campuran air asin dan garam dan salju berbeda dan mobil bertemu dengan mobil, jadi sangat efektif sebagai alternatif lingkungan yang sangat buruk.

Awalnya, lembaran baja yang dipernis hanya bertahan beberapa hari dalam air garam. Namun, dengan menyesuaikan konsentrasi dan dispersi graphene tambahan, Banerjee dan Dennis dapat menjaga pernis di lingkungan ini selama sebulan.

Banerjee mengatakan bahwa ia ingin menambahkan sesuatu pada lapisan yang mendeteksi perubahan pH air di dekat goresan dan bereaksi dengan air dengan cara yang menghalangi keretakan.

Meski teknologi ini masih jauh dari komersialisasi, beberapa perusahaan besar di industri baja juga tertarik untuk berpartisipasi dalam penelitian ini, terutama Tata Steel, yang telah membiayai eksperimen Banerjee. Kedua ilmuwan tersebut juga menerima $ 50.000 hibah dari New York State Institute for Pollution Prevention.

Dalam siaran persnya, Banerjee mengatakan bahwa cat tersebut dapat diproduksi dengan menggunakan peralatan yang ada di pabrik baja setempat.

Tidak seperti krom heksavalen, yang digunakan untuk melapisi bumper dan beberapa mesin, graphene tidak beracun karena merupakan atom karbon dan tidak memerlukan penggunaan asam kuat dan aman selama proses berlangsung. Alasan ini membuat graphene menjadi bahan magis untuk komponen elektronik masa depan.